“Tahun ini, kami berkomitmen untuk merubah program keberlanjutan menjadi aksi nyata dengan berkolaborasi dengan peternakan penyu Bali Lecceria untuk memperluas aksi keberlanjutan. Selain memperingati Hari Lingkungan Sedunia & Hari Laut Sedunia yang jatuh di bulan Juni setiap tahunnya, pelepasan tukik tahun ini juga bertepatan dengan perayaan hari suci umat Hindu Bali, yaitu Galungan. Sehingga kami berharap melalui kegiatan dan aksi kecil ini yang telah kami lakukan secara regular dapat memberikan kontribusi bagi keberlanjutan planet yang kita tinggali,” ujarnya.
Kegiatan keberlanjutan yang telah dilakukan secara nyata diantaranya; program Soap for Hope, menggunakan produk-produk lokal dengan membeli ikan dan sayuran secara langsung ke nelayan dan petani lokal, serta menanam pohon ketapang di area pantai kami untuk melindungi area pesisir. Sedangkan aksi-aksi peduli lingkungan kami mendatang adalah menanam pohon bakau.
Mengutip dari seeturtle.org, keberadaan penyu laut sangat penting karena penyu dapat:
1. Mengontrol mangsanya. Contohnya, penyu jenis leatherbacks dapat membantu mengelola jumlah ubur-ubur dan penyu sisik membantu terumbu karang dengan memakan spons yang bersaing dengan yang lainnya untuk mendapatkan ruang.
2. Penyu bertelur membantu pantai. Nutrisi yang ditinggalkan oleh telur dan tukik yang tidak bertahan hidup menyediakan sumber penting bagi vegetasi pantai.
3. Tukik merupakan sumber makanan penting bagi banyak hewan. Burung, ikan, mamalia seperti rakun dan lainnya bergantung pada tukik yang berlimpah untuk bertahan hidup selama musim bersarang.