KADAR antibodi dari vaksin dua dosis diyakini terus menurun. Makanya, pemerintah Singapura mengeluarkan prediksi bahwa Juli 2022 akan terjadi gelombang baru Covid-19.
Dari informasi tersebut, banyak usulan menyarankan agar definisi dosis lengkap diubah, dari yang tadinya 2 dosis menjadi 3 dosis. Dengan begitu juga, yang dinamakan vaksin booster itu adalah vaksin dosis ke-4, bukan lagi ke-3.

Mengetahui hal ini, apa respons Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin?
Menurut Menkes Budi, pembahasan soal perubahan definisi vaksin dosis lengkap tersebut memang sudah masuk agenda yang akan dirapatkan. Namun, hasilnya memang belum keluar.
"Soal itu (perubahan definisi vaksin dosis lengkap) nanti akan kami rapatkan Senin mendatang (13/6). Baru segitu progresnya," terang Menkes Budi saat ditemui MNC Portal di Kantor Kemenkes Jakarta, Jumat (10/6/2022).
Sebelumnya, Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman menerangkan, bahwa beberapa negara seperti Amerika Serikat, sudah mengarah ke definisi bahwa yang namanya vaksin dosis lengkap itu tiga dosis.
"Bahkan, sudah ada beberapa negara yang kini memberikan dosis keempat untuk masyarakatnya," terang Dicky, beberapa waktu lalu.
Dosis ketiga, menurut Dicky, penting diberikan karena memberi perlindungan yang luar biasa tinggi bagi tubuh dalam melawan Covid-19. Dan benar bahwa dosis kedua saja tidak cukup kuat, terlebih banyak studi yang menunjukkan terjadi penurunan kadar antibodi jika hanya dua dosis vaksin Covid-19.
"Itu kenapa, sekarang penting bagi masyarakat yang belum menerima dosis ketiga agar segera mendapatkannya. Dosis ketiga secara signifikan memberi perlindungan yang optimal dalam upaya menjaga tubuh dari infeksi Covid-19," tambah Dicky.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.