"Saya merasa punya medium untuk terhadap kebutuhan diri sendiri," katanya.
Seperti dilansir dari Antara, menerapkan gaya hidup ramah lingkungan tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada daerah yang sudah punya sarana mumpuni sehingga lebih mudah dalam mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah, tapi ada juga daerah yang sarananya masih terbatas.
BACA JUGA:Sampah Masih Jadi Masalah Utama di Kali Ciliwung
"Tantangannya bagaimana buat sistem yang cocok untuk diri sendiri, selain juga dari godaan malas, belum dapat dukungan dari support system dan faktor lainnya," kata dia.
(Dyah Ratna Meta Novia)