Sebagai salah satu tenaga kesehatan, ia melihat faktanya di lapangan, kebanyakan anak muda menunggu sampai jatuh sakit terlebih dahulu baru mau periksa ke rumah sakit.
“Kalau ke rumah sakit, harus menunggu sakit. Bahkan, kalau sudah parah, baru dibawa ke rumah sakit. Mungkin sebabnya karena input dan knowledge mereka,” lanjut dr. Komala
Padahal, sambung dia, medical check up perlu setidaknya dilakukan satu tahun sekali untuk mengetahui kondisi di dalam tubuh.
Lewat pemeriksaan rutin, memungkinkan dokter maupun pasien untuk bertindak lebih cepat bila ada suatu kondisi atau penyakit yang dialami, baik itu dari segi pengobatan maupun mengubah pola hidup.
“Untuk menjaga kesehatan, sudah ada takarannya dan harus sesuai porsinya. Mulai dari makan sesuai porsinya, tidur sesuai porsinya, belajar sesuai porsinya. Kalau salah satu dikurangi, otomatis akan berdampak ke yang lainnya, dan itu berantai,” jelasnya.
BACA JUGA:6 Rekomendasi Terbaru WHO Soal Hidup Bersih dan Sehat Bebas Covid
(Rizky Pradita Ananda)