Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenkes: Sudah Ada 25 Kasus Hepatitis Akut di 16 Provinsi

Kevi Laras , Jurnalis-Rabu, 08 Juni 2022 |09:46 WIB
Kemenkes: Sudah Ada 25 Kasus Hepatitis Akut di 16 Provinsi
Ilustrasi, (Foto: Freepik)
A
A
A

SELAIN cacar monyet, hepatitis akut juga tengah menjadi perhatian masyarakat Indonesia saat ini.

Kementerian Kesehatan RI melaporkan saat ini sudah ada puluhan kasus hepatitis akut yang tersebar di berbagai Provinsi di Indonesia. Menurut keterangan. dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH selaku Jubir Kemenkes, per Senin 6 Juni angka kasus dugaan hepatitis akut di Indonesia sudah menyentuh angka 25.

"Jumlah kasus total 25 pasien dengan klasifikasi, 9 probabel dan 16 pending classification (masih menunggu hasil)," ujar dr Syahril saat dihubungi MNC Portal, baru-baru ini. 

Angka ini diketahui tersebar di 16 Provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Kemudian, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali.

 BACA JUGA:Hepatitis Misterius Masih Ada, Ini Tips Dokter agar Anak Terhindar dari Infeksi Virus

BACA JUGA:13 Pasien Hepatitis Misterius Masih Dirawat

Lebih lanjut, dr. Syahril juga menjelaskan jika dari 25 kasus yang terlapor masih ada 12 pasien yang dirawat. Dengan status 3 probable dan 9 pending classification.

Sementara 6 pasien dinyatakan meninggal, yang berstatus 3 probable dan 3 pending classification. Kemudian yang sembuh ada 7, dengan rincian 3 probable dan 4 pending classification.

Sebagai informasi, saat ini sudah sebanyak 32 kasus dari total 57 kasus kumulatif hepatitis akut di Indonesia dengan status Discarded. Sebab dari 32 kasus tersebut, kata dr. Syahril terdeteksi adalah penyakit lainnya seperti demam berdarah, infeksi bakteri, hingga Leukemia.

“Dengue, sepsis, infeksi bakteri, hepatitis A reaktif, drug induce hepatitis, dilated cardiomyopathy, kolestasis susp atresia bilier, leukemia dan neonatal kolestasis," pungkas dr. Syahril

(Rizky Pradita Ananda)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement