Sama seperti pada pasien dengan gigi normal, pasien yang menggunakan gigi palsu juga harus tetap melakukan kontrol atau dental check up setidaknya satu kali setiap enam bulan.
Dengan rutin kontrol, kata Andy, maka dokter juga dapat mengecek kembali kondisi gigi palsu pada pasien; apakah masih bagus, apakah sudah longgar, atau bahkan mulai tampak sisa makanan yang sering menempel pada daerah tertentu.
Jika pasien bisa menjaga kebersihan dan rajin kontrol ke dokter gigi, Andy mengatakan biasanya kondisi gigi palsu menjadi lebih awet. Penggantian gigi palsu akan dianjurkan dokter apabila pasien menjalankan kebiasaan yang buruk pada kondisi gigi dan mulutnya.
“Misalkan sering jatuh atau kadang dipakai dan kadang enggak dipakai (gigi palsunya), itu nantinya akan mempengaruhi terhadap akurasinya (pas atau tidaknya gigi lepasan saat dipasang). Kemudian kalau sudah kotor gigi palsunya biasanya sudah mulai berjamur ya itu sudah harus dibuatkan yang baru,” kata Andy.
(Martin Bagya Kertiyasa)