Desas-desus paling luas tentang Aghoris adalah kanibalisme. Mereka diketahui memancing mayat dari badan air dan memakan daging manusia. Mereka percaya bahwa ini memberi mereka spiritualitas dan kekuatan supernatural. Mereka juga dikenal karena penggunaan alkohol dan obat-obatan rekreasional seperti ganja dan mariyuana.
Seorang penulis turis, yang pernah bertemu dengan seorang pendeta Aghori, melaporkan bahwa dia diberitahu bahwa sadhu itu mengonsumsi ramuan alkohol, ganja, dan abu manusia, meminumnya langsung dari tengkorak manusia.
Disisi lain, Aghori sebenarnya menjalani kehidupan yang cukup sederhana dan lugas, terlepas dari praktik abnormal mereka. Jika seorang Aghori sadhu membawa kebencian dalam dirinya, dia akan memakan apa yang dia benci. Jika dia merasa kejam, dia akan berlatih meditasi untuk belajar melepaskan kekerasan itu.
Aghoris juga dikenal karena praktik pengobatannya. Proses penyembuhan mereka terdiri dari pemurnian. Banyak orang datang ke sadhus ini untuk mengobati penyakit. Pasien-pasien ini percaya bahwa Aghoris dapat mengobati mereka dengan mentransfer kesehatan ke tubuh mereka. Ini dikenal sebagai bentuk “penyembuhan transformatif”.
Tradisi dan gaya hidup Aghori yang aneh inilah yang membuat orang banyak menjadi takut, namun menghormati mereka. Terlepas dari diet dan ritual kanibalistik yang melibatkan orang mati, suku Aghori memiliki motif yang sama dalam praktik mereka, yaitu mencari Tuhan.
(Salman Mardira)