Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mau Nongkrong di Coffee Shop Bali? Berikut Pilihannya

Karina Asta Widara , Jurnalis-Kamis, 19 Mei 2022 |09:41 WIB
Mau Nongkrong di Coffee Shop Bali? Berikut Pilihannya
(Foto: pexels/Mikhail Nilov)
A
A
A

INDONESIA memiliki keunggulan tersendiri dalam komoditas kopi. Bahkan, sejumlah daerah #DiIndonesiaAja terkenal akan biji kopinya yang berkualitas dan dikenal masyarakat mancanegara. Wajarlah bila sejumlah kota di Indonesia berjamuran kafe-kafe yang menyajikan berbagai varian kopi asli Indonesia. Bali, contohnya.

Daerah Bali dikenal memiliki jenis biji kopi yang cukup terkenal, yaitu kopi kintamani. Sesuai namanya, biji kopi kintamani banyak diproduksi di daerah Kintamani, Bali. Biji kopi kintamani dikenal memiliki sensasi rasa dengan sentuhan aroma buah semacam jeruk. Tingkat keasamannya pun rendah.

Selain Kintamani, daerah Puputan dan Banyuatis juga dikenal sebagai daerah penghasil kopi khas Bali. Jenis kopinya antara lain arabika dan robusta. Jadi saat ke Bali jangan lewatkan untuk #BeliKreatifLokal berupa kopi khas Bali ya! Nah, jika ingin tahu akan informasi mengenai tempat wisata dan ekonomi kreatif yang ada di Bali maupun destinasi lainnya #DiIndonesiaAja, Anda cukup follow akun Instagram @pesona.indonesia. Anda pun bisa mengikuti kegiatan Pesona Punya Kuis (PUKIS) untuk mendapatkan merchandise dan hadiah jutaan rupiah dari Wonderful Indonesia.

Bali tidak hanya terkenal dengan kuliner yang khas dan kaya akan bumbu rempah, tapi juga banyak restoran yang memiliki desain unik dan instagramable di Bali. Salah satunya terdapat sejumlah coffee shop atau kafe yang patut Anda kunjungi saat liburan. Tak perlu khawatir, banyak kafe di Bali yang juga telah bersertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, & Environmental Sustainability) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Yuk, simak beberapa di antaranya.

 1. Seniman Coffee Studio


(Foto : Instagram @senimancoffee)

Didirikan oleh David Sullivan dan Rodney Glick, Seniman Coffee Studio, sesuai namanya, merupakan kafe yang berkonsep artsy. Konsep kafe seperti Seniman Coffee ini mungkin jarang ditemukan di lokasi lainnya.

Bagian dalam kafenya banyak memanfaatkan komponen yang berasal dari barang-barang yang didaur-ulang. Inilah yang membuat elemen dekoratif Seniman Coffee terbilang unik. Selain itu, pengunjung kafe juga bisa menemukan beragam tas kain dan T-shirt khas di Seniman Coffee.

Menariknya, Seniman Coffee memanggang atau me-roasting biji kopinya sendiri. Jika Anda ingin menyaksikan proses roasting ini, cobalah berkunjung ke Seniman Coffee pada pagi hari. Aroma kopi yang tengah dipanggang tentunya sangat menggugah selera. Karena berperan sebagai roaster, Seniman Coffee juga mengirimkan biji kopi ke berbagai kafe lainnya, restoran, dan sejumlah hotel.

Selain kopi khas Bali, Anda juga bisa menemukan jenis kopi lainnya seperti kopi Aceh Gayo, kopi Flores Bajawa, dan kopi Papua Wamena di Seniman Coffee. Anda pun bisa mencicipi biji kopi yang tersedia di sana. Seniman Coffee yang berlokasi di Jalan Sriwedari, Ubud, Bali, ini juga menyediakan varian teh bagi yang kurang menyukai kopi.

 2. Volken Coffee

(Foto : Instagram @handwithcoffeecups)

Bersih, putih, minimalis. Inilah kesan pertama ketika menginjakkan kaki di Volken Coffee. Volken Coffee berlokasi di salah satu sudut di ruas Jalan Dewi Sri, Kuta, Bali, yang cukup ramai. Berkat lokasinya yang cukup strategis, kafe ini bisa Anda jangkau dengan mudah.

Keunggulan lokasi inilah yang membuat Volken Coffee jadi salah satu pilihan menarik untuk meeting point. Jika Anda sedang work from Bali, Volken Coffee juga patut menjadi lokasi untuk bekerja dengan laptop Anda.

Selain beragam jenis kopi racikan Volken Coffee, seperti kopi espresso dan cappuccino, Anda bisa menikmati varian kue pastry sebagai pendamping kopi, misalnya croissant, bagle, danish, dan brownies.

3. Full Circle by Expat Roaster

(Foto : Instagram @stanleyadriann)

Expat Roaster atau Full Circle by Expat Roaster merupakan coffee shop sekaligus roastery yang cukup populer di Bali. Kafe ini memiliki desain interior yang impresif. Kesan gaya industrial tampak kental, dengan tembok berlapis semen keabuan dan penggunaan elemen logam dan kayu-kayuan yang mengisi kafe.

Kafe ini cocok bagi Anda yang ingin bekerja dengan laptop di kafe atau melakukan meet up dengan rekan kerja dan klien. Anda bisa memilih tempat duduk untuk bekerja sendiri atau untuk berkumpul dengan sejumlah orang. Meskipun kesan industrial cukup kental, Expat Roaster memadukannya dengan sentuhan hijau tanaman di sejumlah sudut kafenya.

Mirip dengan Seniman Coffee, Expat Roaster juga merupakan roaster. Jadi, Expat Roaster ini juga menyuplai biji kopi yang telah di-roasting ke sejumlah kafe dan restoran di Bali. Anda bisa menemukan Expat Roaster ini di Jalan Petitenget, Badung, Bali.

4. Café 70 Fahrenheit


 (Foto : Instagram @70fahrenheitcafe)

Kafe ini juga dikenal sebagai 70°F Koffie. Mengapa menggunakan sebutan 70 derajat? Ternyata ini merujuk pada suhu ideal untuk menumbuhkan biji kopi terbaik. Nama 70 derajat Fahrenheit juga dimaksudkan sebagai penanda bahwa kafe ini mendapatkan biji kopi terpilih dari perkebunan dengan kondisi alam yang terjaga, sehingga biji kopi yang didapatkan adalah biji kopi yang berkualitas.

Jika Anda penggemar kopi, cobalah sempatkan diri mengunjungi kafe yang berlokasi di Jimbaran, Kuta, Bali ini. Anda bisa memilih beragam varian biji kopi yang diinginkan. Salah satu kopi andalan 70°F Koffie adalah black honey. Kopi black honey ini mendapatkan predikat sebagai kopi termahal pada tahun 2017 dan masuk rekor MURI.

Di luar yang telah disebutkan, sebenarnya masih banyak kafe di Bali yang nyaman dan instagramable. Anda bisa menikmati suasana kafe di Bali saat work from Bali atau sebagai lokasi hangout dengan teman saat liburan.

Ingatlah senantiasa di kota mana pun Anda berada saat berwisata #DiIndonesiaAja, utamakan protokol kesehatan diterapkan dengan baik. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan yang ketat dan penguatan sentra ekonomi kreatif bagi masyarakat. Menparekraf Sandiaga meminta agar pengelola destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif benar-benar dapat memperhatikan hal ini. Saat ini, kata Sandiaga, pihaknya tengah mempersiapkan surat edaran bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk me-review dan memperkuat kembali aspek-aspek standar layanan wisatawan berbasis CHSE. "Kebangkitan ekonomi kita adalah kebangkitan berkualitas dan memiliki standar berdasarkan pelajaran yang diterima dari pandemi adalah CHSE yakni kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan," kata Sandiaga Uno.

Sandiaga juga memberikan dukungan bagi setiap pelancong yang berwisata ke berbagai daerah di Indonesia, terutama Bali. Dengan berwisata #DiIndonesiaAja, artinya kita juga bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Peningkatan kunjungan wisatawan ini juga akan berdampak pada tingkat hunian kamar hotel bertambah, peluang usaha dan lapangan kerja kembali terbuka, dan UMKM di Bali akan semakin berdaya,” ungkap Sandiaga.

 CM

(Karina Asta Widara )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement