Berlanjut pada tanggal 15 Mei 2022 dengan pengambilan sumber air dari Umbul Jumprit, Temanggung. Rangkaian acara ini diakhiri dengan puncak acara pada 16 Mei 2022 berupa pelepasan ribuan lampion ramah lingkungan di sekitar Candi Borobudur.
Perayaan Waisak ini merupakan momentum yang penting, mengingat selama 2 tahun belakangan perayaan Waisak absen akibat pandemi Covid-19. Meskipun kurva pandemi telah menurun, perayaan Waisak di Candi Borobudur dijalankan dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.

Prosesi menerbangkan lampion pada perayaan Waisak (Foto : Wonderfulimage/Masday)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menuturkan, perayaan Waisak di Borobudur ini juga menggemakan kembali posisi Candi Borobudur sebagai monumen sekaligus tempat peribadatan umat Buddha Indonesia dan dunia, sehubungan dengan penandatanganan nota kesepakatan antara 4 Menteri dan 2 Gubernur pada 11 Februari 2022. Penandatanganan ini akan lebih mendukung pengembangan destinasi Candi Borobudur sebagai warisan budaya dengan beragam nilai-nilai budaya dan sejarahnya.
“Untuk ke depannya, kami mengajak segenap umat Buddha untuk terlibat aktif dalam penataan Candi Borobudur dan fasilitasnya,” kata Sandiaga.
Sandiaga juga mengatakan di masa yang penuh ketidakpastian akibat pandemi COVID-19 ini, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia harus bangkit dengan mengedepankan pengembangan kepariwisataan yang berkualitas dan berkelanjutan lingkungan.
"Hal ini sesuai dengan tren pariwisata pascapandemi COVID-19 yang costumize, personalize, localize, dan smaller in size dengan menekankan aspek keamanan, kesehatan, konservasi bagi alam, budaya dan lingkungan, serta digitalisasi," kata Sandiaga. Harapan ke depannya akan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya dan kesejahteraan bagi para pelaku yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata.
Anda pun bisa menyaksikan perayaan Waisak di Candi Borobudur meskipun bukan menganut agama Buddha. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Di antaranya, tetap bersikap sopan serta mengenakan pakaian yang rapi serta lebih tertutup untuk menghormati jalannya acara.
Meskipun Anda datang bersama keluarga atau teman-teman, tetaplah menjaga sikap dan menjaga ketenangan agar tidak mengganggu kekhidmatan acara. Ini karena dalam rangkaian acara Waisak, dipanjatkan doa-doa dalam sejumlah sesinya. Pilihlah posisi yang telah ditentukan panitia acara agar tidak menghalangi rombongan biksu dan umat Buddha yang akan menjalani prosesi Waisak.
Anda bisa memotret, tetapi usahakan posisi memotret tidak mengganggu jalannya acara. Hindari pula menggunakan lampu kilat kamera untuk menghormati perayaan Waisak. Di sisi lain, mengunjungi Candi Borobudur dan menyaksikan prosesi acara Waisak dengan sopan juga merupakan salah satu bentuk penghormatan dan toleransi umat beragama.