Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, untuk kesiapan kegiatan WSL CT ini sudah on progress, terkait sarana dan prasarana pendukung juga sudah hampir siap termasuk pembangunan tower yang diperuntukan sebagai tempat juri menilai para atlet yang sedang berlaga.
“Kami juga membuat side event sebelum kegiatan WSL, bahkan kami juga ada kegiatan pendukung, seperti campervan, surfing coaching clinic bagi anak-anak, bazar UMKM, dan sebagainya,” ujarnya.
Terkait akomodasi, pemerintah daerah Banyuwangi juga telah menyiapkan 3 hunian yang berada di sekitar lokasi event atau di dalam Taman Nasional Alas Purwo yakni ada Jaya’s Camp, Bobby’s Surf Camp, dan Jiwa Jawa.
“Teman-teman wisatawan yang ingin mencari hotel penginapan bisa ke Kota Banyuwangi dengan hotel terdekat berjarak 30 menit dari lokasi event. Untuk yang ingin menyaksikan event WSL, wisatawan diimbau untuk mem-booking hotel sejak dari sekarang,” kata Sandiaga.
“Kami juga menyediakan homestay-homestay yang berada di sekitar G-Land yaitu di Desa Tegaldlimo yang sudah siap menerima wisatawan yang ingin datang menyaksikan event WSL, jaraknya sekitar 20 menit dari lokasi acara,” lanjut Sandiaga Uno.
Dalam kesempatan tersebut Menparekraf Sandiaga didampingi Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Neil El Himam; Direktur Komunikasi Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Martini M Paham.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.