ADA 25 makanan khas Semarang. Kala berkunjung ke suatu daerah tak lengkap rasanya jika tidak mencoba makanan khasnya. Sama halnya saat bertandang ke Semarang.
Semarang memiliki makanan yang populer seperti nasi ayam semarang, tahu gimbal, gulai kambing bustaman, dan babat gongso. Selain itu, Semarang juga terkenal dengan cemilan khas berupa lumpia.
Ada banyak makanan khas Semarang lain yang secara langsung lahir di tanah Semarang maupun hasil akulturasi dari sejumlah budaya. Lantas, makanan apa saja yang termasuk khas Semarang? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.
Mangut Kepala Manyung
Mangut Kepala Manyung bukan hanya makanan khas Yogyakarta melainkan juga makanan khas Semarang. Makanan ini terdiri dari kepala ikan manyung, daging ikan manyung, santan, cabe dan juga tomat.
Dengan rasa yang gurih dan sedap makanan ini menjadi favorit saat berkunjung di Semarang. Tak heran banyak para wisatawan yang mencobanya.

Nasi Ayam Semarang
Nasi ayam khas Semarang menjadi makanan yang wajib dicoba. Makanan satu ini isinya berupa nasi liwet, telur rebus, dan suwiran ayam yang diberi kuah opor serta tambahan sambal goreng jipan.
Sekilas memang mirip dengan nasi liwetnya Solo, namun nasi ayam ini biasa disajikan dengan tambahan sate telur puyuh, satu usus, dan teh hangat. Perbedaan lainnya adalah nasi liwet menggunakan kuah areh, sedangkan nasi ayam memakai kuah opor kuning.
Untuk penyajiannya cukup sederhana, yakni hanya berada di atas piring yang telah diberi alas dari daun pisang dengan isian seperti yang telah disebutkan seperti di atas.
Garang Asem
Olahan tradisional garang asem termasuk makanan khas Semarang yang enak berupa ayam dengan kuah santan berbumbu belimbing wuluh dan cabai. Uniknya, ayam dan kuah santan dimasak dengan dimasukkan ke dalam daun pisang terlebih dahulu lalu ditutup atasannya dengan lidi.
Untuk menambah kenikmatannya, biasanya garang asem diberi tambahan nasi hangat, tempe goreng, jeroan ayam yang ditusuk seperti sate, dan perkedel. Kamu bisa di salah satunya ada di restoran dengan alamat di Jalan Gajah Mada.
Tahu Gimbal
Dari namanya saja sudah terlihat bahwa tahu gimbal adalah olahan yang terdapat tahu dan gimbal dalam penyajiannya. Namun lebih dari itu, lantaran terdapat potongan lontong dan kol yang disiram bumbu kacang dan petis dalam satu porsinya.
Jika belum kenal apa itu gimbal, maka gimbal adalah olahan udang yang diberi tepung, atau mirip dengan bakwan udang. Untuk menikmati satu porsi tahu gimbal, biasanya akan dinikmati dengan kerupuk udang yang terkenal renyah.
Di Semarang sendiri, kedai penjual tahu gimbal cukup menjamur, namun warung Pak H Edy menjadi yang direkomendasikan oleh pemerintah kota Semarang. Kamu bisa ke Jalan Pahlawan di depan departemen sosial Semarang untuk berkunjung ke warungnya pak H Edy.
Soto Bangkong
Soto bangkong adalah olahan soto yang terdapat di Rumah makan Jalan Brigjen Katamso Semarang. Nama bangkong sendiri diambil dari tempat pendirian dari soto yang telah ada sejak 1950 ini, yakni Perempatan Bangkong.
Perbedaan makanan asli Semarang ini adalah kuahnya yang bening walaupun warnanya agak cokelat. Soto yang disajikan dengan mangkuk kecil namun agak tinggi ini, diberi isian berupa suwiran ayam, irisan tomat, tauge, bihun, serta taburan bawang merah dan putih di atasnya.
Kuah dari soto ini bisa digabung dengan nasi maupun dipisahkan dari nasi, terserah sesuai selera. Untuk menambah rasa, bisa juga memesan tambahan seperti sate ayam, perkedel, sate telur puyuh, sate kerang, tahu, dan tempe.
Mie Kopyok
Mie kopyok adalah makanan dengan bahan utama mie lalu ditambah dengan tetelan daging dengan tambahan lauk berupa tahu dan kerupuk gendar. Gendar merupakan kerupuk yang terbuat dari adonan nasi dengan rasa renyah nan gurih.
Nama mie kopyok bukanlah nama satu-satunya, karena ada nama lain yang melekat pada makanan ini, seperti mie lontong dan mie teng-teng.
Untuk nama terakhir diberikan karena dulunya makanan ini dijual dengan cara membunyikan piring sehingga menghasilkan suara “teng teng teng” untuk menarik pembeli dari gerobak-gerobak penjual.
Selain mie, dalam satu porsi mie kopyok ditambah juga dengan irisan lontong, sehingga disebutlah mie lontong.
Pembuatannya hanyalah dengan mencelupkan mie basah dan kecambah ke dalam air mendidih, lalu menaruhnya di piring setelah irisan lontong dan tahu pong dimasukkan. Uniknya lagi, mie ini diberi kuah dengan bumbu putih yang telah diulek, lalu diberi tambahan irisan bawang goreng dan kecap di atasnya.
Nasi Goreng Babat Gongso
Nasi Goreng Babat Gongso merupakan nasi goreng yang disekitarnya ditambah dengan babat alias kulit sapi bagian lambung. Babat tersebut dipotong dadu, kebanyakan penjual ada yang mengeroknya ada juga yang tidak mengerok babatnya.
Bumbu dari nasi ini adalah bawang merah dan putih, cabai merah, dan uniknya, ada terasi, serta kecap yang kental sehingga memiliki warna kecokelatan di sekelilingnya.
Bagi yang kurang puas, bisa dengan memesan telur yang nantinya akan diorak-arik untuk ditambahkan ke porsinya. Tambahan kerupuk dan acar mentimun bisa juga dipilih untuk menjadi teman makan nasi goreng.
Beberapa kedai babat gongso yang terkenal, diantaranya adalah milik Pak Karmin di Jalan Pemuda, tepatnya di samping Jembatan Mberok. Lalu ada milik Pak Taman dengan alamat di selatan stadion Diponegoro atau depan kantor BPN.