3. Pulau Hashima
Tidak mengherankan mengapa pulau beton dan baja ini dijuluki Pulau Hantu lantaran tidak ada yang tinggal di sini lagi. Juga disebut Pulau Kapal Perang karena bentuknya, tempat ini berdiri sebagai monumen industrialisasi Jepang yang pesat.
Dengan lebih dari 5.000 orang memadati gedung apartemen bertingkat tinggi pada pertengahan abad ke-20, Hashima adalah salah satu tempat terpadat di dunia. Sebagian besar dari mereka yang tinggal di sini adalah penambang batu bara dan keluarga mereka, meskipun tempat pulau itu dalam sejarah kontroversial karena juga merupakan tempat kerja paksa. Pada 1974, tambang ditutup, dan semua orang pergi.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.