MODERNA dalam pernyataan terbarunya mengatakan, vaksin booster versi terbaru yang diberi nama 'vaksin bivalen' diklaim lebih kuat melawan Omicron. Ini didapat dari penilaian respons kekebalan terhadap varian Covid-19 yang mendominasi kasus secara global.
"Vaksin booster Moderna versi terbaru ini terbuat dari penggabungan vaksin khusus varian beta dengan formula asli Moderna," terang laporan NBC News, Rabu (20/4/2022).

Vaksin hasil modifikasi tersebut, kata Moderna, tampaknya menawarkan perlindungan yang lebih kuat terhadap virus Covid-19 dibandingkan dengan booster yang ada sekarang. Hal ini karena booster Moderna terdahulu menargetkan virus asli Covid-19 yang teridentifikasi pada akhir 2019.
Terkait temuan ini, Dokter Isaac Bogoch, seorang dokter penyakit menular dan profesor kedokteran di University of Toronto, mengatakan, "Klaim Moderna cukup membantu, tapi tetap saja diperlukan banyak data sampai akhirnya ilmuwan percaya akan hal tersebut."
Temuan ini baru disampaikan melalui pihak perusahaan, sehingga data lengkapnya belum ditinjau oleh ilmuwan dari luar.
Lantas bagaimana studi vaksin bivalen ini dikerjakan Moderna?
Data Moderna menjelaskan, vaksin booster modifikasi tersebut sudah melewati uji klinis yang dilakukan pada 300 orang pada 50 mikrogram dosis. Vaksin booster itu menunjukan toleransi yang baik pada tubuh subjek penelitian.
Kemudian, efek samping dilaporkan serupa dengan produk vaksin Covid-19 lainnya. Artinya, vaksin booster modifikasi tersebut cukup aman untuk tubuh manusia.
BACA JUGA:Masyarakat Diimbau Vaksinasi Covid-19 Jauh Hari Sebelum Mudik
"Moderna tidak menyampaikan informasi apakah data hasil studi ini akan disampaikan ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) atau tidak. Vaksin booster ini pun belum tersedia untuk publik," tutup laporan NBC News tersebut.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.