VARIAN BA.2.12 dan BA.2.12.1. merebak di New York, AS. Varian ini disebut meningkatkan lonjakan kasus Covid-19.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD, KHOM mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan terkait vaksin gagal untuk melindungi diri dari Covid-19.

Kedua varian baru tersebut, turunan dari Omicron yang diperkirakan memiliki keunggulan pertumbuhan 23% – 27% di atas varian BA.2 asli. Capaian vaksinasi Covid-19, menurut Zubairi membuat masyarakat lebih tahan terhadap virus Covid-19 dan varian baru ini.
"Dapat disimpulkan bahwa varian baru ini memang lebih mudah menular jadi membuat jumlah kasus di New York meningkat. Namun gejalanya ringan jadi belum ada laporan vaksin gagal melindungi," ujarnya.