Dalam penjelasannya, dia menerangkan jika kedua varian ini, masih sangat kecil pengaruhnya untuk seseorang mengalami perburukan dari infeksi virus Covid-19. Meskipun, BA.2.12 dan BA.2.12.1 lebih mudah menular itu, menurut para ahli tidak akan mengungguli dari varian sebelumnya yaitu BA.1 atau Delta.
"Mempunyai perkembangan lebih cepat di tempat tertentu, kemudian juga bisa tembus sistem imun jadi lebih muda menginfeksi seseorang," jelasnya.
BACA JUGA:Pertama Kalinya, Paus Sapa 50.000 Orang dalam Misa Paskah Sejak Pandemi Covid-19
Zubairi juga mengatakan bukan hanya New York menjadi negara tingginya angka kasus kedua varian BA.2.12 dan BA.2.12.1. Di Inggris, Kanada, Australia dan juga Amerika hingga Israel ditemukan.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.