BELUM kelar pantau varian XE, kini ditemukan varian baru, turunan dari Omicron yaitu BA.2.12 dan BA.2.12.1. Kedua varian tersebut dibenarkan, bila lebih mudah menular dibandingkan dari varian aslinya BA.2 (Omicron).
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM yang mengatakan varian baru BA.2.12 dan BA.2.12.1 sedang mendominasi kasus Covid-19 di bagian Eropa dan Amerika.

"Kedua varian yang sangat dekat dengan BA.2, sekarang telah di New York Central itu sudah 90 persen kasus dari kedua varian ini," tutur Prof Zubairi.
Varian BA.2.12 dan BA.2.12.1 ini merupakan turunan dari Omicron, menurut Zubairi sudah pasti lebih menular. Bahkan mampu menembus sistem kekebalan tubuh seseorang (imunitas).
Dalam penjelasannya, dia menerangkan jika kedua varian ini, masih sangat kecil pengaruhnya untuk seseorang mengalami perburukan dari infeksi virus Covid-19. Meskipun, BA.2.12 dan BA.2.12.1 lebih mudah menular itu, menurut para ahli tidak akan mengungguli dari varian sebelumnya yaitu BA.1 atau Delta.
"Mempunyai perkembangan lebih cepat di tempat tertentu, kemudian juga bisa tembus sistem imun jadi lebih muda menginfeksi seseorang," jelasnya.
BACA JUGA:Pertama Kalinya, Paus Sapa 50.000 Orang dalam Misa Paskah Sejak Pandemi Covid-19
Zubairi juga mengatakan bukan hanya New York menjadi negara tingginya angka kasus kedua varian BA.2.12 dan BA.2.12.1. Di Inggris, Kanada, Australia dan juga Amerika hingga Israel ditemukan.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.