Venezuela
Dipimpin Nicolas Maduro yang tergolong diktator, pemerintah negara Amerika Latin ini rupanya juga mengandalkan buzzer untuk menyebarkan propaganda. Tim buzzer Venezuela diperkirakan berjumlah 500 orang.
Tak hanya itu, terdapat bukti-bukti yang menunjukkan mereka mendapat pelatihan formal. Statusnya pun merupakan staf permanen sama halnya dengan China. Meski begitu, tak disebutkan berapa dana yang digelontorkan untuk membiayai para buzzer ini.
Iran
Iran merupakan salah satu negara yang menyebarkan pengaruhnya ke luar negeri lewat kecanggihan teknologi. Media sosial Facebook dan Twitter menjadi perantaranya. Dalam laporan tersebut, tak disebutkan berapa jumlah buzzer yang dimiliki Iran.
Namun, negara itu rela menggelontorkan dana cukup besar demi menyebarkan propagandanya lewat media sosial. Iran terhitung telah merogoh USD6.000 (Rp84,9 juta) untuk mengiklankan propagandanya di Facebook.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.