MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno bertemu Duta Besar Indonesia untuk Republik Demokratik Rakyat Laos, R. P. Pratito Soeharyo, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Mereka membahas peluang kerja sama kedua negara di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Adapun peluang kerja sama tersebut meliputi sharing best practice yang dilakukan kedua negara dalam menangani pandemi Covid-19 hingga pengembangan paket wisata Indonesia-Laos.
Sandiaga menyebutkan, kondisi geografis Laos yang tidak memiliki pantai merupakan peluang besar bagi Indonesia yang memiliki garis pantai yang sangat panjang jika ditunjang paket wisata yang bisa lebih ekonomis dibandingkan dengan paket wisata pantai di Thailand.
Hal itu dinilai sebagai prospek yang cerah untuk dapat dikembangkan dalam kerja sama paket wisata antara kedua negara.

“Selain itu, orang Laos biasanya bepergian dalam keluarga karena keluarga adalah institusi penting di Laos. Kita juga bisa kerja samakan dengan membuat paket wisata minat khusus,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ia pun mengungkapkan bahwa nota kesepahaman bersama dan kerja sama bidang pariwisata antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Laos terakhir kali ditandatangani oleh Menlu kedua negara pada 26 Juli 1996 di Jakarta. Oleh karenanya, ia berharap ada kesepakatan kerja sama terbaru dalam waktu dekat.