DEPUTI Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Rita Endang menemukan kecenderungan mengkhawatirkan terkait luluhnya BPA pada galon guna ulang yang berbahan polikarbonat.
Penemuan itu berdasarkan uji sampel post-market yang dilakukan BPOM selama periode 2021- 2022 di seluruh Indonesia. Hasilnya adalah kelompok rentang bayi (usia 6-11 bulan) berisiko terpapar BPA 2,4 kali dari batas aman sementara anak-anak (usia 1-3 tahun) 2,12 kali.

Koordinator Advokasi FMCG Insights, Willy Hanafi menjelaskan, baru saja riset Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menunjukkan risiko Bisfenol A (BPA), bahan kimia yang bisa memicu kanker dan kemandulan.
Dengan survei YLKI ini, ujar dia, sebaiknya kualitas air galon harus diperbaiki sehingga aman ke tangan konsumen.
Akhir pekan lalu, YLKI membeberkan 61% pengangkutan air galon di Jakarta tidak memenuhi syarat karena menggunakan kendaraan yang terbuka sehingga galon air terpapar sinar matahari langsung untuk waktu yang lama.
Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi menjelaskan, galon yang terpapar sinar matahari berisiko memicu peluluhan BPA pada galon guna ulang berbahan plastik keras polikarbonat.
"Oleh karena itu pengangkutan galon tidak boleh lagi terpapar sinar matahari, harus tertutup," kata Tulus.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.