Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menilik Keramat Batu Lonceng di Lembang, Jejak Raja Padjadjaran Ciungwanara

Adi Haryanto , Jurnalis-Kamis, 24 Maret 2022 |01:30 WIB
Menilik Keramat Batu Lonceng di Lembang, Jejak Raja Padjadjaran Ciungwanara
A
A
A

Batu Lonceng dikeramatkan, ujar Asep, karena masyarakat meyakini batu hitam andesit itu dapat mengeluarkan suara lonceng dan bersinar. Batu Lonceng disebutkan merupakan prasasti peninggalan kerajaan Galuh Padjadjaran yang ditemukan sekitar abad ke-16.

"Bentuknya seperti lonceng dengan diameter 80 cm dan tinggi 50 cm. Posisi objek tersebut berada di timur laut atau sekitar 22 kilometer dari ubu kota KBB di Ngamprah dan berada pada area bukit seluas 250 meter persegi," ujarnya.

Asep Diki Hidayat menuturkan, di kawasan tersebut juga terdapat patilasan Ciungwanara yang ditandai dengan pohon besar (kalimorot). Tidak jauh dari makam, terdapat batu berbentuk pipih seperti pegangan kujang, sehingga masyarakat sekitar sering menyebutnya Batu Kujang.

"Masyarakat mengartikan Batu Kujang sebagai senjata, temasuk juga Batu Lonceng yang dianggap sebagai sebuah gada," tutur Asep Diki Hidayat.

(Kurniawati Hasjanah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement