Pemuda asal Bengking itu mengajak para pemuda desa tidak malu terjun di dunia pertanian.
Setelah diunggah di media sosial, harga jual jeruk Jatinom bisa meningkat 100 persen dan itu sebagai salah satu bukti pertanian bisa menjadi jalan menuju sukses.
“Di Desa Bengking itu kabarnya desa miskin, tapi di sini ada UMKM produksi olah pangan hasil pertanian seperti turtela. Belajar bertani seperti menanam cabe, okulasi buah kelengkeng, petik kelengkeng atau panen madu. Semua ada di Desa Bengking dan yang lebih sensasional adalah keliling desa naik gerobag sapi. Keren," kata Wiji, sapaan akrabnya.
Kepala Desa Bengking Suroto yang hadir di acara Ngobrol Pertanian itu menjelaskan kalau keadaan desanya masih kategori miskin ekstrim, tetapi ia mengaku warga desanya tidak mau menyerah. Dari generasi tua sampai pemuda kompak bergotong-royong membangun desa lewat sektor pertanian.
“Desa Bengking itu masuk desa miskin ekstrim. Tapi generasi mudanya semangat. Didukung kelompok tani bahkan wanita taninya kreatif. Di Bengking ada budidaya buah kelengkeng, madu, sayuran, budidaya pepaya, olah produk pertanian sampai buah durian,” jelasnya.
Selain itu konsep agro eduwisata Desa Bengking mempunyai ikon dengan wisata gerobag sapi.
"Kalau ke Desa Bengking jangan lupa keliling desa naik gerobag sapi. Para peternak sapi ambil bagian dalam konsep agro eduwisata atau yang suka tantangan naik sapi juga bisa. Kami berharap kami bisa didukung pemerintah untuk mengembangkan Desa Bengking menjadi Desa agro eduwisata pertama di Klaten," katanya.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.