DUSUN Sasak Sade, Rembitan, Pujut, Lombok Tengah termasuk salah satu lokasi wisata yang menjadi pilihan para wisatawan baik domestik maupun mancanegara kala mengunjungi Lombok, termasuk di sela gelaran MotoGP Mandalika.
Desa ini berjarak sekitar 11 km dari Bandar Udara Internasional Lombok Zainuddin Abduk Madjid dan arena balap Pertamina Mandalika International Street Circuit.
Dusun Sasak Sade menjadi salah satu kawasan tinggal masyarakat Sasak yang masih mempertahankan tradisi. Saat ini, desa itu dihuni sekitar 700 orang atau 150 kepala keluarga.
Bagi Anda yang ingin membawa buah tangan untuk orang-orang tersayang di rumah, ada beberapa pilihan yang disediakan masyarakat setempat. Salah satunya kopi Sasak.
Biji kopi Sasak ini langsung ditumbuk para wanita Sasak menggunakan alat dan cara tradisional untuk menghasilkan rasa khas. Kopi ditumbuk dengan campuran sedikit beras. Anda masih bisa melihat bagaimana pengolahan kopi ini saat berkeliling di Sade.
Warga Dusun Sasak Sade yang berprofesi sebagai pemandu, Bayu menuturkan, para tetua menambahkan beras agar kopi bisa aman dikonsumsi saat perut mereka masih kosong. Biasanya masyarakat Sasak meminum kopi saat lengang, baik itu pada pagi, siang atau malam hari.
"Kopi Sasak mereka campur pakai beras sedikit karena untuk orangtua kami di sini kalau mau berangkat ke sawah sarapannya hanya pakai kopi saja. Makanya mereka campur dengan beras sedikit. Biar tidak maag katanya," tutur dia.
Kopi ini dijual dalam kemasan yang sudah diberi label dan tak berlabel. Harga yang ditawarkan beragam tergantung hasil tawar menawar Anda dengan warga desa, bisa mulai dari Rp20 ribu-60 ribu per bungkusnya.