Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Tidur Sedunia, Dokter Ungkap Sleep Apnea Jadi Epidemi Global

Kevi Laras , Jurnalis-Jum'at, 18 Maret 2022 |12:55 WIB
Hari Tidur Sedunia, Dokter Ungkap Sleep Apnea Jadi Epidemi Global
Hari Tidur Sedunia (Foto: Health and fitness travel)
A
A
A

Namun, banyak tidak memahami penyebab gangguan tidur karena Obstructive sleep apnea (OSA). OSA merupakan kejadian berhentinya nafas lebih dari 10 detik terjadi berulang sepanjang tidur, ternyata OSA lebih rentan dialami oleh pria.

"Secara umum walaupun tidak berubah signifikan dari beberapa literatur dan penelitian memperlihatkan bahwa laki-laki itu lebih rentan mengalami osa salah satu faktor yaitu obesitas," tambahnya.

 BACA JUGA:Mengenal Bahaya Sleep Apnea, ketika Orang Tak Bernapas 10 Detik saat Tidur

Lebih lanjut, dia mengatakan obesitas pada pria umumnya bukan hanya diperut tapi juga dileher sehingga ada penyimpitan pada saluran pernafasan bagian atas. Gangguan tidur yang muncul akibat OSA, berupa rasa kantuk yang luar biasa, letih, lesu, produktivitas menurun, konsentrasi terganggu, nyeri kepala, gelisah, tekanan darah tinggi hingga disfungsi seksual.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement