MEMPERINGATI hari tidur sedunia (word sleep day) pada hari ini (17/3), Obstructive sleep apnea (OSA) menjadi sakit epidemi global. Hal tersebut disampaikan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dalam konferensi pers.
Ketua Pokja Sleep Related Breathing Disorder PP-PDPI menyampaikan kalau permasalahan gangguan tidur akibat OSA, belum terlalu besar di Indonesia. Namun, telah menjadi masalah epidemi secara global dengan persentase sekitar 30-40 persen.

Sedangkan di Indonesia berdasarkan sejumlah penelitian yang dilakukan oleh perhimpunan dokter paru Indonesia ditemukan kurang lebih 7 persen mengalami gangguan tidur.
"Ini menjadi masalah epidemi yang global, karena memang lebih dari 30-40 persen memiliki gangguan tidur. Dari beberapa penelitian dilakukan oleh perhimpunan paru Indonesia kurang lebih dari 7 persen mengalami gangguan tidur," tutur dr. Andika Chandra Putra, Ph.D, Sp.P(K).