Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspadai, Ini Beda BAB Berdarah Akibat Wasir dengan Kanker Usus Besar

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Kamis, 17 Maret 2022 |15:34 WIB
 Waspadai, Ini Beda BAB Berdarah Akibat Wasir dengan Kanker Usus Besar
BAB berdarah harus diwaspadai (Foto: Everyday health)
A
A
A

BUANG air besar berdarah (BAB) jangan dianggap angin lalu. Jika terjadi terus menerus, kondisi tersebut bisa menyebabkan masalah yang lebih serius.

Penyebab buang air besar berdarah bisa karena wasir, bisa juga akibat adanya kanker usus besar atau kanker kolorektal. Keduanya sama-sama perlu penanganan serius dan tindakan pengobatan sesegera mungkin meminimalisir perburukan keadaan.

 BAB berdarah

BAB berdarah bisa karena wasir atau kanker usus besar. Karena ada dua kemungkinan, Anda mesti tahu perbedaan di antara keduanya yang ternyata memiliki gejala khas.

Dijelaskan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan Prof. dr. Abdul Aziz Rani, SpPD-KGEH, ada perbedaan mendasar BAB berdarah akibat wasir dengan kanker usus besar.

 BACA JUGA:Hindari Penyebab Wasir, Salah Satunya Makan Cabai Berlebihan

Ciri-ciri BAB berdarah akibat wasir:

- Perdarahan dari dubur, dapat disertai pembengkakan, nyeri, atau rasa tidak nyaman di daerah anus, bahkan bisa ada rasa gatal atau iritasi di daerah anus.

 - Wasir yang berupa tonjolan mungkin bisa diraba di dalam anus.

- Wasir yang menonjol melalui rektum dapat secara spontan kembali masuk ke posisi semula di dalam rektum.

- Mengejan saat buang air besar dengan buang air besar yang sering.

Ciri-ciri BAB berdarah akibat kanker usus besar:

- Perdarahan dari dubur, jarang ditemukan rasa nyeri di daerah anus, kotoran disertai lendir dan noda darah.

- Polip atau massa di dalam anus ditemukan saat pemeriksaan oleh dokter spesialis.

- Tidak ada massa atau benjolan yang menonjol keluar.

- Sering buang air besar, tapi terasa buang air besarnya tidak tuntas.

"Sayangnya, kanker usus besar umum ditemukan tanpa gejala pada stadium awal, sehingga seringkali pasien datang sudah pada stadium lanjut. Itulah pentingnya deteksi dini kanker usus besar, terutama jika Anda memiliki faktor risiko," kata dr Abdul Aziz, dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal, belum lama ini.

Siapa saja orang yang memiliki faktor risiko kanker usus besar?

Diterangkan dr Abdul Aziz, mereka adalah individu yang memiliki orangtua, saudara kandung, atau kerabat dekat dengan riwayat kanker usus besar yang pernah terdiagnosa polip usus besar, pernah menjalani terapi radiasi pada area perut atau pelvis.

Kemudian, mereka yang gaya hidupnya tidak sehat seperti merokok, pola makan tidak sehat, kurang olahraga, dan konsumsi alkohol berlebih. Lalu, mereka yang menderita diabetes dan obesitas.

(Dyah Ratna Meta Novia)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement