Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering BAB Berdarah, Cek Dulu Yuk! Wasir atau Kanker Usus?

Antara , Jurnalis-Selasa, 15 Maret 2022 |17:36 WIB
Sering BAB Berdarah, Cek Dulu Yuk! Wasir atau Kanker Usus?
BAB berdarah bikin sakit (Foto: Everyday health)
A
A
A

PENDARAHAN pada dubur dapat menjadi tanda adanya perdarahan di saluran pencernaan. Meskipun sebagian besar penyebab pendarahan dubur adalah wasir, namun buang air besar (BAB) berdarah tetap perlu diwaspadai dan ditangani.

BAB berdarah bisa disebabkan oleh kondisi kanker atau prakanker, di mana polip prakanker berada di dekat ujung usus besar (usus besar) dan dapat meniru perdarahan dari wasir.

Oleh sebab itu, kita perlu mengenali tentang perbedaan antara wasir dan kanker usus besar. Simak yuk!

 BAB berdarah

Wasir

Gejala seseorang yang menglami wasir yakni pendarahan dari dubur dapat disertai pembengkakan, nyeri atau rasa tidak nyaman di daerah anus, bahkan bisa ada rasa gatal atau iritasi di daerah anus.

Kemudian, wasir yang berupa tonjolan mungkin bisa diraba di dalam anus, sedangkan wasir yang menonjol melalui rektum dapat secara spontan kembali masuk ke posisi semula di dalam rektum serta mengejan saat buang air besar dengan buang air besar yang sering.

 

Kanker Usus Besar

Sementara itu, seseorang yang mengalami kanker usus besar memiliki gejala seperti perdarahan dari dubur, jarang ditemukan rasa nyeri di daerah anus, kotoran disertai lendir dan noda darah.

Kemudian, polip atau massa di dalam anus ditemukan saat pemeriksaan oleh dokter spesialis, Tidak ada massa atau benjolan yang menonjol keluar serta sering buang air besar namun terasa buang air besar tidak tuntas.

Prof. Dr. Abdul Aziz Rani, Sp.PD-KGEH selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan, hal itu dapat terjadi karena kanker usus umumnya tidak memiliki gejala pada stadium awal, sehingga seseorang lebih sulit mendeteksinya.

Hal inilah yang menyebabkan banyak pasien yang baru menyadari penyakit ini di stadium lanjut. Oleh karena itu, Abdul mengimbau agar masyarakat dapat melakukan deteksi dini kanker usus besar agar penanganan pun dapat dilakukan lebih awal.

“Kanker usus besar umumnya tidak bergejala pada stadium awal sehingga seringkali pasien datang sudah pada stadium lanjut. Itulah sebabnya deteksi dini kanker usus besar sangat penting terutama jika Anda memiliki faktor risiko," kata Abdul.

Seseorang yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker usus besar adalah memiliki orangtua, saudara kandung, atau kerabat dekat dengan riwayat kanker usus besar (faktor genetik), pernah terdiagnosa polip pada usus besar dan pernah menjalani terapi radiasi pada area perut atau pelvis.

 BACA JUGA:Sering Mengalami BAB Berdarah, Coba Atasi dengan Cara Ini

Selain itu, seseorang yang memiliki gaya hidup tidak sehat seperti merokok, pola makan tidak sehat, kurang olahraga, dan konsumsi alkohol berlebih juga memiliki risiko yang tinggi. Selanjutnya, seseorang yang memiliki riwayat penyakit diabetes dan obesitas pun juga berisiko mengalami kanker usus besar.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement