Anak yang terdampak batinnya biasanya tidak bisa mengungkapkan banyak emosi. Ketika diajak berkomunikasi oleh orang terdekat, dia hanya merespons seadanya.
Anggia menegaskan, pandemi Covid-19 tak hanya berdampak kepada kesehatan mental orang dewasa, anak-anak dan remaja juga ikut merasakan akibatnya. Setahun lebih menjalani karantina dengan ruang gerak terbatas, anak yang biasanya bebas bersosialisasi kini hanya bisa bersekolah secara daring dan menjalani hidup yang serba tidak pasti. Anak menjadi tidak berdaya dan merasa kesepian.
BACA JUGA:Bukti Covid-19 Sebabkan Halusinasi hingga Gangguan Mental Serius
"Tapi kesepian ini tidak selalu diekspresikan secara verbal, mereka bilangnya bosan," kata dia.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.