Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pentingnya Mengetahui Status Gizi Guna Mendeteksi Obesitas Sejak Dini

Antara , Jurnalis-Selasa, 08 Maret 2022 |11:45 WIB
Pentingnya Mengetahui Status Gizi Guna Mendeteksi Obesitas Sejak Dini
Pentingnya mencegah obesitas sejak dini (Eat this not that)
A
A
A

DOKTER Spesialis Gizi Klinik dari Universitas Indonesia, dr. Marya Haryono, MGizi, SpGK, FINEM menyarankan setiap orang perlu mengetahui status gizinya guna mendeteksi obesitas.

"Ketahui dulu status gizi masing-masing. Jangan sampai merasa tidak (obesitas) atau ketakutan sekali kayaknya kalau mengukur indeks massa tubuh ternyata masuk obesitas," kata Dokter Marya.

 obesitas

Anda bisa memeriksa indeks massa tubuh (IMT) yang perhitungannya melibatkan berat dan tinggi badan untuk mengetahui klasifikasi Anda apakah terlalu kurus atau berat badan berlebih. Tetapi ini bukan menjadi satu-satu ukuran.

"BMI atau IMT untuk bisa ancer-ancer, berdasarkan berat badan dan tinggi badan lalu kita masukkan ke klasifikasi. Tapi kalau kita melihat namanya obesitas yakni tumpukan lemak, kita merasa badan yang gede-gede ini namanya obesitas. Bisa jadi iya, tetapi bisa jadi tidak," kata Dokter Marya.

Sebagai contoh, mereka yang yang rajin berolahraga bila diukur IMT-nya dapat seolah-olah masuk kriteria overweight atau obesitas. Tetapi begitu, mereka diperiksa komposisi tubuhnya, ternyata didominasi massa otot dan ini justru hal yang baik.

Kondisi sebaliknya juga bisa terjadi, yakni orang dengan IMT normal, tetapi begitu dilihat komposisi tubuhnya ternyata didominasi lemak. Kondisi ini menempatkan mereka pada faktor risiko yang sama dengan orang-orang yang obesitas. Dalam hal ini, maka pengukuran komposisi tubuh menjadi hal yang disarankan Marya.

Obesitas menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi dengan energi yang digunakan.

Selain IMT, Anda juga bisa melakukan pengukuran lingkar perut menggunakan pita pengukur untuk mengetahui apakah Anda termasuk kategori obesitas sentral.

Kondisi Anda dikatakan obesitas sentral jika lingkar perut lebih dari 80 cm (untuk wanita) dan 90 cm (untuk pria).

"Hal yang kita kuatirkan lemak bukan semata-mata angka timbangan. Kalau untuk menurunkan angka timbangan, enggak usah makan sudah pasti turun. Tetapi yang kita pentingkan sekarang bagaimana supaya badan tetap sehat, sistem imunnya baik," ujar Dokter Marya.

Dia mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip nutrisi seimbang yang bukan hanya semata memangkas asupan kalori demi mendapatkan berat badan normal.

"Turunkan berat badan ada prosesnya, kita enggak bisa mengacaukan sistem metabolisme tubuh dengan membuat risiko timbulnya penyakit yang baru. Jadi, ayo segera kembalilah pikirkan isi piringku. Kalau penasaran berapa kebutuhan nutrisi ayo lakukan pengukuran komposisi tubuh," katanya.

 BACA JUGA: Anak Muda Diminta Cegah Obesitas Sejak Dini, Begini Caranya

Kemudian, bila Anda memiliki penyakit tertentu, segeralah berobat ke dokter. Jangan lupa rajin beraktivitas fisik dan mencermati label pangan untuk mengurangi risiko terkena penyakit tidak menular akibat pola makan tak sehat termasuk asupan berlebihan gula, garam dan lemak.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement