"Pada Omicron, efek pada Alveolus tidak begitu jelas atau ringan. Omicron ini sepertinya menyerang saluran napas bagian atas, makanya di rs saya menemukan gejala konfirmasi Covid-19 terbanyak adalah sakit tenggorokan dan pilek," papar dr Seno.
Karakteristik Omicron juga dapat dilihat dari kemampuan menyebar yang sangat cepat. Itu kenapa kasus harian meningkat tinggi, tetapi kalau dilihat dari kondisi klinis pasien, gejala derajat berat hingga kritis itu ada tapi jumlahnya sedikit.
BACA JUGA:2 Tahun Indonesia Dilanda Pandemi, Benarkah Omicron Jadi Varian Terakhir Covid-19?
"Jadi, bisa dibilang tiap varian Covid-19 itu punya karakteristik sendiri, punya target sasaran yang berbeda-beda," terang dr Seno.
(Dyah Ratna Meta Novia)