SURABAYA - Beberapa situs peninggalan dapat dengan mudah ditemukan di Surabaya. Selain itu, banyak pula spot-spot liburan yang khusus dibangun sebagai destinasi wisata keluarga, yang tentu saja bernuansa religi.
Selain ziarah makam para tokoh agama, wisatawan yang berkunjung ke kota Surabaya juga bisa menimba ilmu pengetahuan tentang sejarah persebaran agama di kawasan tersebut.
Berikut tempat wisata religi terbaik di Surabaya dirangkum Okezone:
1. Masjid Agung Sunan Ampel
Masjid peninggalan Sunan Ampel yang dibangun pada tahun 1421 itu telah ditetapkan menjadi tempat wisata religi. Selain masjid, Sunan Ampel pun turut mendirikan pondok pesantren. Hingga akhir hayatnya, ia pun dimakamkan di sebelah barat masjid.
Bagi Anda yang hendak berkunjung ke masjid ini bisa langsung menuju Jl. Petukangan I, Ampel, Kec. Semampir, Kota Surabaya.
2. Masjid Al Akbar
Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya atau biasa disebut Masjid Agung Surabaya (MAS) dibangun sejak tanggal 4 Agustus 1995, atas gagasan Wali Kota Surabaya saat itu, H. Soenarto Soemoprawiro. Pembangunan Masjid ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden RI kala itu yakni Try Sutrisno.
Namun karena krisis moneter yang melanda negeri, pembangunannya terhenti sementara waktu. Tahun 1999, masjid ini dibangun lagi dan selesai tahun 2000. Pada 10 November 2000, Masjid ini secara resmi diresmikan oleh Presiden RI kala itu yakni KH. Abdurrahman Wahid.
3. Masjid Cheng Ho
Sejarah Masjid Cheng Hoo Surabaya bermula atas prakarsa para sesepuh, penasehat, pengurus PITI (Pembina Imam Tauhid Islam), pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Jawa Timur, dan tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya.
Pembangunan masjid ini diawali dengan peletakkan batu pertama pada tanggal 15 Oktober 2001 bertepatan dengan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Sedangkan pembangunannya baru dilaksanakan 10 Maret 2002, hingga akhirnya diresmikan pada 13 Oktober 2002.
4. Pagoda Tian Ti
Beralamat di Jalan Sukolilo No.100, Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Jawa Timur.
Pagoda Tian Ti didesain mirip dengan Temple of Beijing sehingga menjadi salah satu ikon wisata di Kenjeran Park.
Nama Tian-Ti dalam bahasa Cina diartikan sebagai langit dan bumi. Bangunan ini diciptakan oleh Soetiadji Yudho. Tiap sudut di pagoda ini dihiasi indahnya lampion.
5. Klenteng Sanggar Agung
Klenteng Sanggar Agung berada di tepi pantai.Tempatnya menjorok seperti teluk dengan dikelilingi oleh tanaman bakau yang lebat. Inilah yang menjadi daya tarik tersendiri Klenteng Sanggar Agung yang berada di tepi laut. Pemandangan alam Pantai Ria Kenjeran menjadi sajian indah tersendiri jika mengunjungi Klenteng ini.
6. Pura Agung Jagat Karana Surabaya
Pura ini mulai dibangun pada tahun 1968. Memiliki luas area sekitar 7.703 m2, pura ini selalu ramai dikunjungi umat Hindu untuk melakukan sembahyang. Inilah Pura Jagat Karana, salah satu pura yang menjadi destinasi wisata religi di kota Pahlawan.
Pura Agung Jagat Karana terletak di Jalan Lumba-Lumba No.1 Surabaya. Pura ini memiliki 3 bangun utama yang terdiri dari Mandala Utama (Jeroan), Mandala Madya (Jaba Tengah), dan Mandala Nista (Jaba Luar). Pura ini mulai digunakan sebagai tempat ibadah saat diresmikan pada 29 November 1969 atau bertepatan dengan hari Saraswati. Peresmian pura ini dilakukan oleh Kepala Staf KODAMAR V Komodor Laut R. Sahiran.
7. Arca Joko Dolog
Arca Joko Dolog dipahat oleh seseorang yang bernama Nada, dan pembuatannya dilakukan sekitar tiga tahun sebelum Raja Kertanegara meninggal karena dibunuh oleh tentara Jayakatwang. Arca Joko Dolog memiliki panjang 166 cm, lebar 138 cm, serta tebal 105 cm. Arca Joko Dolog digambarkan dengan kepala gundul serta dibuat dengan posisi duduk dan bersikap Bhumisparsa mudra, yang melambangkan memanggil bumi sebagai saksi, dimana tangan kiri berada di atas pangkuan, sedangkan tangan kanan menelungkup di atas lutut.
8. Makam Sunan Bungkul
Makam Sunan Bungkul yang terletak di Surabaya atau juga biasanya sering disebut dengan Mbah Bungkul. Untuk lokasi makam ini yaitu terletak tepat di Taman Bungkul yang berada di tepi jalan Raya Darmo, yaitu sebuah Jalan elit yang terletak di kawasan Surabaya.
Dan akses untuk menuju ke makam tersebut berada tepat di bagian Sisi belakang Taman Bungkul. Dengan melewati jajaran warung yang seringkali juga ramai dikunjungi oleh pembeli entah itu siang hari ataupun malam hari.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.