Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mindful Eating, Atasi Kegemukan akibat Binge Eating Disorder (BED)

<i>Mindful Eating</i>, Atasi Kegemukan akibat Binge Eating Disorder (BED)
Ilustrasi Makan. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

BILA Anda sering makan dalam jumlah dan porsi yang banyak, serta sulit menahan keinginan untuk makan, maka Anda berisiko menderita Binge eating disorder (BED).

Perilaku ini berpotensi menimbulkan peningkatan berat badan yang tidak terkontrol, yang kemudian diikuti dengan berbagai penyakit serius, seperti obesitas, sleep apnea, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga berpotensi mengalami serangan jantung atau stroke. Orang yang obesitas juga lebih berisiko mengalami gejala berat saat terinfeksi COVID-19.

Perilaku konsumsi makanan dalam jumlah besar selama periode waktu tertentu dengan penurunan kontrol atas makanan yang dikonsumsi, biasanya terjadi akibat stres yang dialami.

Akibatnya, dua per tiga dari orang-orang yang BED mengalami kelebihan berat badan, dikarenakan jumlah kalori yang masuk lebih besar dibanding dengan yang dikeluarkan. Tidak jarang orang dengan BED kehilangan kepercayaan diri karena berat badannya yang berlebih sehingga membuat stres. Di sisi lain, stres biasanya merupakan faktor pemicu perilaku BED sehingga kondisinya justru lebih memburuk.

Dalam suatu penelitian didapatkan mindful eating berhubungan dengan perilaku makan dan emosi yang lebih terkendali pada pasien dengan obesitas morbid. Pendekatan ini terlihat memperbaiki asupan makan, kontrol glikemik, dan menurunkan berat badan pada pasien dengan diabetes melitus.

Mindful eating adalah kesadaran penuh saat Kita makan, artinya Kita memperhatikan sepenuhnya apa dan seberapa banyak yang Kita makan, bagaimana emosi Kita saat makan, apakah terdapat isyarat fisik saat makan, dan tidak menjadikan makan sebagai pelampiasan. Kesadaran saat makan dapat membantu memperbaiki pola makan Kita.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement