Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kontak Erat dengan Orang Positif Covid-19, Kemenkes: Jangan Takut untuk Testing

Kevi Laras , Jurnalis-Jum'at, 18 Februari 2022 |13:41 WIB
Kontak Erat dengan Orang Positif Covid-19, Kemenkes: Jangan Takut untuk Testing
Usai kontak erat jangan takut tes Covid-19 (Foto: Medicaldaily)
A
A
A

KASUS Covid-19 di Indonesia masih terus mengalami tren kenaikan. Sehubungan dengan itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau agar masyarakat tidak ragu melakukan testing setelah kontak erat sama orang positif Covid-19.

Hal ini merupakan upaya pencegahan untuk mengendalikan Covid-19 dengan penguatan testing, tracing, dan treatment. Hingga Rabu 16 Februari 2022 jumlah spesimen yang diuji secara nasional cukup tinggi, mencapai 566.050.

“Aktivitas testing dan tracing kontak erat ini sangat penting dalam mencegah penyebaran. Kami meminta masyarakat untuk tidak takut melakukan testing apalagi yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19," ujar dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dikutip dalam laman resmi Kemenkes, Jumat (18/2/2022)

Tes Covid-19

Lebih lanjut, ia mengatakan agar masyarakat tidak perlu takut untuk melakukan karantina atau isolasi mandiri (Isoman). Sebab Kemenkes telah menyediakan layanan telemedisin maupun konsultasi dengan nakes di Puskesmas untuk memantau perkembangan kesehatan.

BACA JUGA : Hasil Tes Covid-19 Negatif di Hari Ke-4, Kenapa PeduliLindungi Masih Hitam?

Langkah-langkah penanganan Covid-19 yang dilakukan dalam beberapa minggu terakhir menunjukkan hasil yang cukup baik. Pada Kamis (17/2) jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit ada di posisi 36% dari total tempat tidur perawatan dan isolasi Covid-19 yang disediakan.

“Pemerintah terus memantau data-data dan melakukan evaluasi kinerja di lapangan agar upaya mengendalikan Covid-19 sesuai dengan harapan kita. Angka-angka di minggu ini memberikan optimisme, bahwa apa yang sudah dilakukan sejauh ini menunjukkan hasil baik, tapi tentu usaha dan hasil ini tetap perlu dipertahankan kedepannya,” jelasnya

BACA JUGA : Tips Meningkatkan Imunitas di Tengah Merebaknya Omicron

Kemudian mengendalikan angka bed occupancy ratio (BOR) secara nasional agar tidak sampai melebihi 60%, pemerintah berupaya untuk menjaga ketersediaan pelayanan kesehatan. Dengan strategi hanya pasien bergejala sedang hingga kritis saja yang boleh dirawat di rumah sakit.

“Kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) untuk menghadapi kondisi terburuk juga tengah dipersiapkan. Kekurangan nakes masih dapat diatasi melalui pengaturan SDM sehingga tidak berdampak pada pelayanan kesehatan,” lanjut dr. Nadia

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement