"Jika BA memberi tahu saya bahwa pengasuh tidak bisa duduk bersama kami dalam bisnis, maka kami tidak akan bepergian dan bisa mendapatkan penerbangan berikutnya. Tetapi mereka hanya memberi tahu kami ketika kami sampai di gerbang keberangkatan," katanya kepada Daily Mail.
“Saya berperilaku baik tetapi saya menantang awak kabin karena itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Kepicikan dan dendam staf menyebabkan ini. Saya bersikap sangat sopan kepada semuanya,” kata Banner.
Banner menuntut penjelasan awak kabin mengenai kursi cadangan tidak dapat digunakan. Namun tidak ada respons baik dari pramugari.

Pramugari melaporkan masalah kepada pilot setelah Banner mengajukan keluhan resmi ke maskapai. Kelima anggota keluarga itu lalu dikeluarkan dari pesawat oleh petugas bersenjata.
Akibatnya Banner terpaksa mengeluarkan uang tambahan sekitar 4.000 pounsterling (Rp77,5 juta) untuk membayar hotel, taksi dan tiket pesawat easyJet ke Turin. Biaya awal tiket kelas bisnis adalah 1.250 poundsterling atau setara Rp24 jutaan (250 poundsterling/Rp4,8 juta per orang).
Pengacara itu telah menerima dua permintaan maaf lisan dan voucher dari maskapai, tetapi dia bersumpah untuk tidak pernah terbang dengan BA lagi.