Mereka lantas masuk ke dalam kabin pesawat. Ternyata kondisinya benar-benar berantakkan, semua mulai dari bangku, hingga barang-barang lainnya berserakan tak beraturan.
Usut punya usut, mulanya badan pesawat itu dipindahkan dari Bandara Sentani yakni dengan cara dibongkar dan dibawa ke tengah hutan Koya. Selanjutnya dirakit kembali dan disimpan di tengah hutan tersebut.

"Memang ada kabar bahwa pesawat itu dibawa dari bandara menuju Koya Tengah, dibongkar terlebih dahulu, kemudian dirakit kembali di sini, dan ada juga yang mengatakan bahwa pesawat tersebut diangkut menggunakan "heli"? Melihat betapa utuhnya Pesawat Koya itu, saya jadi membayangkan betapa rumitnya pekerjaan yang dilakukan orang-orang yang merakit ulang," tuturnya.
Sebelum pada 2017, menurut Ketua RT 01, Jonisir, semenjak adanya pesawat bekas milik Trigana Air di kampungnya, Koya Tengah mendadak ramai. Kendaraan yang biasanya hanya melintas, kini mampir sejenak ke kampungnya, ke tempat keberadaan pesawat Trigana yang rusak, untuk sekedar berfoto.
"Sabtu dan Minggu mulai ramai, anak-anak hingga remaja berkunjung ke Koya Tengah," katanya pada Senin 6 Februari 2017.
Jonisir mengatakan, sudah sekitar satu tahun pesawat tersebut berada di tengah hutan. Menurutnya, pesawat tersebut diangkut dari Bandara Sentani dan dibawa ke kampungnya, saat itu kondisi pesawat terpisah-pisah dan dipasang hingga menjadi utuh ketika tiba di Koya Tengah.
Lebih lanjut, kata Jonisir, Pesawat Boeing tersebut akan dijadikan kafe atau rumah makan, sekaligus tempat wisata lainnya yang akan memajukan daerah Koya dan sekitarnya.
(Kurniawati Hasjanah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.