Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Bintang Puspayoga mendorong upaya adaptasi kebiasan baru saat masa pandemi covid-19 pada perempuan sebagai kelompok rentan.
Upaya tersebut, kata dia, di antaranya melalui vaksinasi covid-19 guna memenuhi kebutuhan jasmani melindungi imun tubuh dari serangan virus, dan pembekalan literasi digital di zaman pembatasan sosial yang lebih banyak menggunakan akses internet.
Baca juga: Benarkah Mata Minus Makin Parah karena Sering Lepas Kacamata?
Lebih lanjut ia mengatakan, keterlibatan perempuan dalam penanganan covid-19 diperlukan tidak hanya karena perempuan merupakan salah satu kelompok yang menghadapi kerentanan besar, akan tetapi juga merupakan tulang punggung dari proses pemulihan di dalam komunitas.
"Oleh karenanya PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) sendiri mendorong setiap negara untuk memastikan agar penanganan dan pemulihan akibat pandemi mengikutsertakan perempuan," ujarnya dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.
Baca juga: MasterChef Indonesia: Ini yang Bikin Devy dan Machel Auto-Lolos ke Babak Berikutnya
Ia menambahkan bahwa vaksinasi covid-19 bagi ibu menyusui aman sesuai dengan anjuran dari Kementerian Kesehatan.
"Selain terkait dengan kesehatan, hal penting lainnya yang perlu kita jadikan perhatian adalah digitalisasi. Pandemi ini telah menutup ruang-ruang fisik dan membuat ruang-ruang digital menjadi kebutuhan primer," terangnya.
(Hantoro)