Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Studi: Vitamin D Terbukti Kurangi Keparahan Gejala Pasien COVID-19

Novie Fauziah , Jurnalis-Sabtu, 12 Februari 2022 |13:02 WIB
Studi: Vitamin D Terbukti Kurangi Keparahan Gejala Pasien COVID-19
Vitamin D terbukti kurangi keparahan gejala COVID-19 (Foto: Shutterstock)
A
A
A

"Vitamin D merupakan satu vitamin yang sangat dibutuhkan oleh hampir seluruh organ kita yang memiliki reseptor," ujar Ketua Perhimpunan Alergi dan Imunologi Indonesia Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI, FINASIM dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (12/2/22).

Lebih lanjut, kata dia, vitamin D ini memiliki keistimewaan yang bersifat meregulasi sistem imun. Serta meningkatkan aktivitas sel imun dalam melawan virus dan bakteri.

Kemudian, selama pandemi COVID-19 masyarakat khususnya pasien yang terinfeksi, dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan vitamin D dalam sehari. Mengonsumsi vitamin D3 dosis 1000 IU bisa dilakukan, tapi jika ingin diperlukan pengecekan cek darah.

"Kalau memang rendah kita bisa menganjurkan sampai 5.000 IU sehari-harinya, apalagi kalau ada penyakit," kata dr. Idris yang juga bertugas sebagai Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Ia juga mengemukakan, mengonsumsi vitamin D3 1000 IU satu kali dalam sehari tanpa adanya pemeriksaan darah adalah dosis yang aman. Mengonsumsi vitamin D3 ini sebaiknya dikonsumsi pada pagi hari, bersama makanan karena larut dalam lemak.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement