Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Mila Rahmania yang Tak Sengaja Jadi Pendonor Mata

Pradita Ananda , Jurnalis-Sabtu, 12 Februari 2022 |08:00 WIB
Kisah Mila Rahmania yang Tak Sengaja Jadi Pendonor Mata
Ilustrasi pendonor mata (Foto Ilustrasi: Medicaldaily)
A
A
A

TIDAK semua orang memiliki rasa berbagi yang tinggi untuk membantu sesama. Apalagi berbagi organ tubuh. Tapi kisah perempuan bernama Mila Rahmania ini bisa dibilang beruntung, karena ia dianugerahi rasa empati tinggi yang membuatnya tak ragu untuk menjadi pendonor.

Kepada Okezone, ia menuturkan kisahnya sebagai seorang pendonor kornea mata. Ya, pendonor kornea mata yang di Indonesia jumlahnya masih begitu sedikit jika dibandingkan kebutuhannya.

Titel sebagai pendonor kornea mata bisa dibilang peristiwa tidak sengaja bagi Mila. Mila mengisahkan ia memang rutin donor darah sejak berusia 17 tahun. Di usianya yang sudah 31 tahun saat ini, berarti sudah 14 tahun Mila reguler menjadi pendonor darah.

Donor Mata

(Foto Ilustrasi)

Mundur ke tahun 2018, kala itu Mila tertarik ingin menjadi donor organ. Tapi niat mulianya ini terbentur prosedural, bahwa di Indonesia donor organ tubuh hanya bisa dilakukan diberikan untuk anggota keluarga.

“Sebenarnya tertarik donor organ kayak ginjal dan sebagainya gitu, tapi setahuku kalau enggak salah hanya bisa dilakukan untuk ke orang yang masih punya hubungan keluarga. Satu-satunya yang bisa donor untuk orang asing aku baru nemu ya kornea mata ini,” ujar Mila saat dihubungi Okezone baru-baru ini melalui sambungan telefon.

Sejak 2018, ia berusaha menggali informasi soal donor mata. Mila tak menampik, saat itu ia cukup kesulitan mendapatkan informasi yang valid. Berselang dua tahun kemudian, ternyata informasi yang ia butuhkan tak sengaja ia dapatkan lewat linimasa sosial media.

“Aku cari-cari tahu, 2018 itu belum terlalu banyak informasinya. Akhirnya baru kesampean di pertengahan 2020. pertengahan, malah tahu dari Twitter. Sampai di timeline aku informasi seseorang kalau dia habis daftar jadi donor kornea mata, kemudian aku langsung ikut daftar,” imbuhnya.

BACA JUGA : Mau Donor Mata, Apa Saja Syarat dan Persiapannya?

Donor Mata

(Foto Ilustrasi)

Sebelum daftar, Mila meminta izin kepada sang suami terlebih dahulu. Sang suami yang sudah mengetahui lama niat Mila yang getol jadi pendonor pun langsung memberi lampu hijau. Di saat yang bersamaan, sang suami mengingatkan kalau Mila harus memberitahukan perihal donor kornea mata ini ke pihak keluarga inti yang lain.

“Suami ngingetin, kalau saya harus informasi ke anggota keluarga lain. Takutnya, suami sudah setuju tapi nanti keluarga inti yang lain kayak orang tua enggak setuju itu kan repot,” tambah Mila.

BACA JUGA : Siapa Saja Orang yang Boleh Melakukan Donor Mata?

Mila menyebut, ia dengan gamblang menjelaskan bahwa donor kornea mata dilakukan hanya bisa ketika pendonor sudah meninggal dunia. Maka dari itu, keluarga pendonor harus mengetahui siapa emergency contact yang ditunjuk sang pendonor.

Jika meminta izin kepada sang suami berjalan mulus, sedikit tantangan dihadapi perempuan pemilik brand makanan kimchi satu ini ketika meminta izin kepada sang ibunda. Sang ibu sempat mempertanyakan keputusan Mila mendonorkan kornea matanya dilihat dari segi agama.

“Ibu waktu saya ceritain merasa asing, sempat mikir bukannya meninggal enggak boleh ada organ yang hilang harus lengkap lah istilahnya. Aku ceritain, enggak kok ini MUI sudah kasih fatwa kalau donor korena mata itu diperbolehkan,” kata Mila lagi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement