Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dokter Spesialis: Suplemen Imun Harusnya Dikonsumsi Sebelum Kena Covid-19

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 08 Februari 2022 |12:15 WIB
Dokter Spesialis: Suplemen Imun Harusnya Dikonsumsi Sebelum Kena Covid-19
Ilustrasi Obat Covid-19. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

MENJAGA daya tahan tubuh saat pandemi Covid-19 memang sangat diperlukan, apalagi varian Omicron memang membuat sangat mudah menular. Memang saat ini belum ada obat yang mampu melawan virus Covid-19.

Kebanyakan obat yang ada, hanya mengobati penyakit penyerta seperti pusing, sakit tenggorokan ataupun batuk. Oleh karena itu, mengonsumsi suplemen penguat imunitas memang menjadi salah satu cara meningkatkan imunitas.

Tapi, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi RSCM mengatakan bahwa suplemen penguat imun dikonsumsi sebelum tubuh terkena penyakit, bukan sebaliknya.

"Tentu harus sebelum sakit karena ini kan pencegahan, vaksin juga kan dilakukan sebelum sakit untuk pencegahan," ujar Prof. Iris seperti dilansir dari Antara.

Prof. Iris mengungkapkan, suplemen immunodulator berfungsi untuk memodulasi atau mempengaruhi sistem imun tubuh menjadi lebih baik. Untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak gampang terserang penyakit, akan lebih baik jika suplemen ini dikonsumsi untuk mencegah dan bukan sebagai obat.

Suplemen immunodulator membantu merangsang sistem imun dalam tubuh untuk membuat pertahanan terhadap virus. Untuk menguatkan daya tahan tubuh, tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat sehingga mengkonsumsi suplemen harus dilakukan sebelum terserang penyakit.

"Sebelum pandemi juga kan kita minum vitamin agar tidak flu atau mau bepergian jauh seperti umrah. Jadi memang sebaiknya sebelum sakit daripada pas sakit langsung ngeboost dosis," kata Prof. Iris.

"Karena sistem imun itu enggak bisa dipaksa kerjanya, dia harus pelan-pelan, kecuali antivirus," lanjutnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement