Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasihan, Penderita Gangguan Kecemasan Gagal Terbang karena Anjingnya Ditolak Maskapai

Salwa Izzati Khairana , Jurnalis-Rabu, 09 Februari 2022 |01:02 WIB
Kasihan, Penderita Gangguan Kecemasan Gagal Terbang karena Anjingnya Ditolak Maskapai
Ilustrasi (Foto: News.com.au)
A
A
A

MASKAPAI asal Australia, Jetstar dikecam setelah melarang seekor anjing sebagai pendamping pria penderita gangguan kecemasan. Anggota parlemen federal menganggap tindakan itu kejam dan menyakitkan.

Pria asal Tasmania, Calum Sanderson, tidak pernah terbang ke luar negeri selama 13 tahun. Ia berencana menuju Gold Coast untuk menemui seorang temannya.

Sanderson memiliki gangguan kecemasan cukup parah yang membuatnya sulit untuk pergi ke toko-toko lokal seorang diri. Ia mengalami kepanikan dan kegelisahan saat tidak ditemani oleh anjing pendampingnya, Sun.

“Saya telah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan untuk menghadapi ini, mengatur keuangan saya, dan mampu membeli tiket,” katanya.

Sanderson meminta jaminan dari Jetstar bahwa Sun akan diizinkan untuk ikut dengannya sebelum memesan penerbangannya.

Pria Gangguan Kecemasan Ditolak Naik Pesawat

Dalam percakapan online dengan agen langsung maskapai Cyril, ayahnya, Tim Sanderson, diberitahu bahwa semua yang diperlukan pada awalnya untuk anjing itu terbang hanyalah surat dari dokter umum dan kartu identitas layanan anjing bantuan.

"Namun, Anda perlu menghubungi kami kembali setelah memesan penerbangan untuk meminta izin perjalanan Jetstar bagi anjing pendamping,” jawabnya dalam obrolan kepada Tim, yang merupakan seorang psikolog dan bekerja dengan orang-orang yang menggunakan anjing pendamping.

Sanderson mengirimkan dokumentasi yang diminta, termasuk kartu identitas untuk Sun dari pelatihan nirlaba dan organisasi akreditasi mindDog. Namun, kemudian menerima email yang mengatakan Sun tidak memenuhi kriteria maskapai.

Meskipun ada surat GP yang memberi tahu Jetstar bahwa dia bergantung pada anjingnya untuk dapat terbang atau naik transportasi umum, Sanderson diberitahu tidak dapat membawa Sun bersamanya.

"Semua anjing pendamping diterima dalam penerbangan kami asalkan mereka memenuhi kriteria yang diperlukan sesuai dengan undang-undang penerbangan sipil, yang diuraikan di situs web kami dan pada saat pemesanan," ujar juru bicara maskapai.

Nasihat dari Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia (CASA) menyatakan, “Sebuah organisasi yang disetujui harus telah melatih, atau sedang melatih, anjing pendamping Anda. Anda mungkin perlu memberikan bukti pelatihan ini,".

Akan tetapi, CASA menyebut bahwa mereka harus diakreditasi oleh organisasi pelatihan hewan yang ditentukan oleh Section 9 of the Disability Discrimination Act 1992 atau memenuhi atau melampaui standar minimum yang ditetapkan oleh Assistance Dogs International sehubungan dengan organisasi yang memenuhi syarat untuk menjadi anggota penuh dan atau the Guide, Hearing and Assistance Dogs Act 2009 (Qld).

Infografis Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia

“Dalam hal ini, Sun tidak memenuhi kriteria karena tidak pernah dilatih di organisasi pelatihan yang disetujui di bawah Guide, Hearing and Assistance Dog Act 2009 (Qld), atau oleh organisasi yang merupakan anggota dari Assistance Dogs International,” ucap Jetstar.

Tim mengatakan, keputusan itu menghancurkan putranya, dan maskapai tampaknya menerima bahwa dia membutuhkan anjing pendamping, tetapi masih siap menolak haknya untuk benar-benar bepergian dengan anjing itu.

“Jetstar memiliki tanggung jawab untuk benar-benar memperhatikan apa yang diminta oleh Disability Discrimination Act 1992 dari mereka, yaitu memperlakukan penyandang disabilitas dengan bermartabat dan hormat,” ujar Tim.

“Calum membutuhkan anjing itu. Anjing itu dilatih. Dia telah melatih anjing itu. Jetstar tampaknya memaksakan persyaratan mereka pada siapa yang telah melatih anjing itu. Yah, itu bukan urusan mereka," tambahnya.

Sementara, Anggota Parlemen Federal Independen, Clark Andrew Wilkie mengaku sangat kecewa dengan penanganan Jetstar atas kebutuhan sah Calum untuk membawa anjing pendampingnya dalam penerbangan dari Tasmania ke Queensland.

"Calum selalu bertindak dengan itikad baik dan memberikan semua dokumentasi yang diminta maskapai. Tiketnya dicabut adalah tindakan kejam dan menyakitkan. Dia belum terbang antarnegara bagian selama lebih dari satu dekade, jadi dia sangat terpukul," kata Wilkie.

“Ada juga pertanyaan apakah maskapai melanggar undang-undang antidiskriminasi dan konsumen. Intinya adalah bahwa Jetstar gagal bertindak seperti warga korporat yang baik dan bekerja dengan Calum untuk menemukan cara agar dia dan anjingnya selamat ke tujuan mereka," imbuhnya.

Wilkie menambahkan, ini hanya puncak gunung es karena tidak jarang orang dengan bantuan hewan di Australia ditolak akses ke transportasi umum, jadi jelas reformasi hukum federal diperlukan jika ini ingin diperbaiki.

Jetstar telah melakukan kontak dengan Sanderson, dan karena Sun tidak diizinkan untuk bepergian, maskapai penerbangan telah menawarkan pengembalian dana penuh kepadanya.

"Kami mohon maaf jika ada kesalahpahaman dengan agen live chat kami," pungkasnya.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement