Sementara itu, Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran mengatakan, kebijakan pengetatan terhadap pelaku perjalanan tak lepas dari perkembangan penyebaran Covid-19 yang cenderung meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dan adanya varian omicron yang sudah masuk ke beberapa wilayah di Indonesia.
Belajar dari pengalaman, pihaknya dengan cepat mengambil langkah-langkah antisipatif, di antaranya dengan kebijakan pengetatan terhadap pelaku perjalanan.
"Kita sudah memiliki pengalaman dalam penanganan Covid-19 gelombang sebelumnya. Harusnya kita lebih siap dan mampu lebih baik lagi, bila hal ini ditangani dengan serius dan komitmen yang kuat," tegasnya.
Untuk itu ia berharap agar bupati dan wali kota se-Kalteng menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di wilayahnya, dan yang lebih penting adalah kehadiran pemimpin di tengah-tengah rakyatnya yang membutuhkan bantuan.
Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini menambahkan, kebijakan pengetatan pelaku perjalanan sudah selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Kesehatan yang menekankan peningkatan deteksi di pintu-pintu kedatangan, baik laut, udara dan darat.
"Kunci mengakhiri Covid-19 adalah vaksin lengkap, kepatuhan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, dan saya mengimbau jangan bepergian bila tidak mendesak," tutupnya.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.