Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konsumsi Lemak Berlebihan Bikin Gejala Covid-19 Makin Parah?

Antara , Jurnalis-Kamis, 27 Januari 2022 |17:21 WIB
   Konsumsi Lemak Berlebihan Bikin Gejala Covid-19 Makin Parah?
Konsumsi lemak (Foto: Eat this not that)
A
A
A

Lemak sendiri termasuk salah satu komponen yang perlu seseorang batasi bila ingin mendapatkan kondisi tubuh sehat termasuk respon imun yang baik. Kementerian Kesehatan menganjurkan konsumsi lemak 20-25 persen dari total energi (702 kkal) atau setara dengan 5 sendok makan per orang per hari (67 gram).

Lalu, pola makana seperti apa yang dianjurkan untuk para pasien Covid-19 termasuk yang sedang menjalani isolasi mandiri?

Dokter Juwalita menyerankan diet bergizi seimbang, seperti anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni konsumsi makanan segar dan minim olahan supaya untuk mendapatkan berbagai nutrisi yang dibutuhkan mencakup vitamin mineral, serat makanan, protein dan antioksidan demi pemulihan lebih baik dan cepat.

BACA JUGA:Breaking News: Terus Melonjak! Positif Covid-19 Tembus 8.077 Kasus

"Karbohidrat misalnya dari beras merah, beras cokelat, umbi-umbian. Protein bisa dari makanan segar seperti seafood ikan, udang, lalu ayam tanpa kulit, daging sapi, kacang-kacangan seperti kedelai, kacang almond. Ingat kita butuh magnesium, selenium, mikronutrien untuk bisa menyempurnakan diet sehat kita," tambah Dokter Juwalita.

(Dyah Ratna Meta Novia)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement