Tetapi itu tidak berarti virus tidak terdeteksi, hanya saja lebih sulit untuk diklasifikasikan sebagai Omicron, menurut ahli epidemiologi dan profesor kedokteran di University at Buffalo/SUNY, John Sellick, DO.
Lalu, apakah BA.2 perlu dikhawatirkan? Dalam sebuah pernyataan kepada Washington Post, juru bicara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan saat ini tidak ada data yang menunjukkan varian ini lebih menular ketimbang virus aslinya.
Selain itu, penelitian awal yang dilakukan SSI tidak menunjukkan perbedaan tingkat rawat inap akibat BA.2 dibandingkan dengan BA.1.
Sementara penelitian lebih lanjut perlu dilakukan tentang bagaimana versi Omicron ini berbeda dalam transmisibilitas dan efisiensi vaksin, institut tersebut berharap vaksin juga bisa berefek terhadap penyakit parah akibat infeksi BA.2.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.