"Di Indonesia adalah belum memiliki tim yang berpengalaman dalam mengembangkan vaksin," kata Tri Handoko dalam penjelasannya dalam rapat bersama anggota DPR Komisi VII, Senin (24/1/2022).
Akibat kondisi tersebut, para peneliti dan periset Indonesia harus bekerja ekstra dalam mengembangkan vaksin Merah Putih. Kerja keras dilakukan sebab sebelumnya Indonesia tidak pernah melakukan penelitian vaksin serupa sebelumnya.
"Karena sebagian besar vaksin yang diproduksi oleh Bio Farma berbasis pada lisensi. Alhasil ini menjadi tantangan tersendiri bagi para periset," tuntasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.