Menurut pihak berwenang Swedia, prosesnya akan memakan waktu dan penduduk tidak mungkin mendapatkan jawaban sebelum musim panas dimulai.
"Kebiasaan nama tempat menurut undang-undang ini berarti bahwa, antara lain, nama tempat harus ditulis menurut norma yang diterima untuk bahasa Swedia tertulis, serta fakta bahwa nama tempat yang saat ini digunakan tidak dapat diubah kecuali ada alasan yang luar biasa,” kata Survei Tanah Nasional Swedia.
Jika nama baru dibuat, akan berefek pada nama yang sudah ada sebelumnya harus dipertimbangkan. Jadi, jika suatu tempat sudah memiliki nama yang sudah mapan dan populer, perlu ada alasan yang sangat kuat untuk mengubahnya.
Penggantian nama desa unik ini bukan insiden pertama. Sebelumnya pada tahun 2007, sekitar 15 penduduk desa Fjuckby di Swedia mencoba mengganti nama desa mereka tetapi gagal. Kemudian, di Austria, penduduk kota bernama F***ing cukup beruntung untuk mengubah namanya menjadi Fugging pada Januari 2021.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.