SEEKOR jerapah berusia dua hari di Taman Safari Kebun Binatang San Diego, Amerika Serikat terpaksa disuntik mati setelah mengalami kesulitan berdiri dan menyusui.
Dilansir dari Newsweek, Taman Safari Kebun Binatang San Diego mengumumkan kematian jerapah Masai jantan yang tak disebutkan namanya pada 20 Januari lalu dengan 'berat hati'.
"Setelah kelahiran, spesialis perawatan satwa liar memerhatikan bahwa kondisi anak sapi mulai memburuk, termasuk kesulitan berdiri dan tidak menyusui," kata taman itu dalam sebuah postingan di laman Facebook.
Anak jerapah itu diberikan perawatan sepanjang waktu di pusat medis hewan taman tetapi kondisinya memburuk dan tim membuat keputusan penuh kasih untuk menidurkan anak sapi itu.
Baca juga: Jerapah 3 Meter Rayakan Ulang Tahun Pertama di Ragunan, Dikasih Tumpeng Wortel
Taman meminta pembaca untuk menyampaikan belasungkawa kepada semua orang yang merasakan kehilangan yang sulit.
Dalam sebuah komentar di unggahan Facebook, taman tersebut mengatakan bahwa sejauh ini, kawanan jerapah lainnya baik-baik saja.
Anak jerapah jantan itu lahir pada 17 Januari. Anak jerapah yang sehat biasanya dapat berdiri, berlarian, dan memberi makan dalam waktu satu jam setelah dilahirkan, yang berarti bahwa anak jerapah yang tidak melakukannya perlu dikhawatirkan.
Ada 35.000 jerapah Masai yang tersisa di alam liar hari ini. Dalam 30 tahun terakhir, populasi mereka telah turun hampir 50 persen.
Jerapah Masai dinyatakan terancam punah pada tahun 2019. Di alam liar, jerapah Masai hidup di sabana Kenya dan Tanzania di Afrika Timur.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.