“Kami baru tahu langsung itu adalah tsunami. Anda hanya bisa mendengar teriakan di mana-mana, orang-orang berteriak untuk keselamatan agar semua orang naik ke tempat yang lebih tinggi," tambahnya.
Wakil Kepala Misi Komisi Tinggi Tonga di Australia, Curtis Tu'ihalaningie mengatakan, sejauh ini belum ada korban tewas kematian terkonfirmasi. Sementara itu, wanita Inggris Angela Glover, yang memiliki Happy Sailor Tattoo di Nuku'alofa bersama suaminya, dilaporkan hilang setelah tersapu tsunami.
Glover berpisah dari suaminya James, ketika dinding air mengalir melalui rumah pesisir mereka. Letusan tersebut dikatakan berkali-kali lebih kuat daripada tragedi White Island di Selandia Baru pada tahun 2019 lalu, di mana menewaskan 22 turis yang mengunjungi lokasi tersebut.
Profesor Emeritus Richard Arculus dari Australian National University menjelaskan, gunung berapi itu cukup aktif dalam 15 tahun terakhir, letusan ini adalah ledakan besar yang membersihkan lubang angin, di mana ledakan di permukaan laut menyebar agak ke samping dan akhirnya berubah menjadi cincin gelombang kejut.
"Ini mungkin belum berakhir. Aktivitas vulkanik bisa berlangsung selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan," kata Richard.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.