Seorang perwakilan Delta mengatakan bahwa menambahkan opsi non-biner adalah proses rumit yang memerlukan beberapa departemen, tetapi itu akan dilakukan sekitar tahun ini.
“Delta Airlines adalah pendukung lama komunitas LGBTQ+. Kami memahami bahwa mereka dilihat dan diakui merupakan bagian dari pengalaman perjalanan yang adil,” ujar juru bicara Delta.
“Meskipun kami dengan cepat mengalihkan fokus karena Covid-19 pada awal 2020 untuk membantu pelanggan menavigasi lingkungan yang berubah dengan cepat dan peraturan pemerintah, kami kembali ke jalur untuk dapat menawarkan opsi gender non-biner dalam sistem pemesanan pada tahun 2022,”tambahnya.
Henry mengatakan dia tidak mencari tindakan hukum terhadap Delta.
“Saya senang mereka akhirnya berjanji untuk menindaklanjuti komitmen yang dibuat empat tahun lalu, tetapi janji saja tidak cukup. Saya tidak akan berhenti mengejar ini sampai setiap Maskapai Penerbangan AS dengan sistem reservasi yang diskriminatif telah membuat perubahan yang sudah lama tertunda,” ujar Henry.
New York dan New Jersey adalah salah satu dari sekian negara bagian yang secara hukum mengakui orang non-biner pada dokumen identifikasi.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.