2. AstraZeneca
3. Pfizer
4. Moderna
5. Zifivax
Adapun pemberian vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat adalah dengan cara heterologus yakni kombinasi vaksin booster yang berbeda dengan vaksin primer yang sebelumnya didapat. Vaksin ini juga baru akan diberikan setelah seseorang memiliki jeda sekira enam bulan usai vaksinasi kedua.
Dalam keterangan mengenai Teknis Vaksinasi Booster, Selasa 11 Januari 2022, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan kombinasi vaksin booster yang telah disetujui oleh BPOM dan ITAGI. Kombinasi vaksin booster tersebut adalah hasil reseach peneliti dalam dan luar negeri.