Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ashanty Tetap ke Turki saat Omicron Marak di Luar Negeri, Epidemiolog: Stop Memperburuk Situasi

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Sabtu, 08 Januari 2022 |14:34 WIB
Ashanty Tetap ke Turki saat Omicron Marak di Luar Negeri, Epidemiolog: Stop Memperburuk Situasi
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

"Karantina dari luar negeri itu memiliki potensi (kasus) lolos. Studi pernah dilakukan, dari 1.000 kasus positif pelaku perjalanan luar negeri, ada 5 yang lolos. Ini bahkan di negara yang deteksi kasusnya sangat kuat," paparnya.

Dicky menjelaskan, pada era varian Delta, kasus yang lolos itu berpotensi menyebabkan lockdown. Di Australia dan Selandia Baru bahkan meningkatkan angka kematian.

Lebih jauh lagi, karena ada kemungkinan kasus lolos, ini bisa memengaruhi evolusi virus. Ya, ketika virus menyebar di situasi sekarang di mana sudah banyak orang yang memiliki antibodi, ini memungkinkan virus bereplikasi dan bermutasi.

"Jadi, enggak heran akan ada sub-varian Covid-19 karena virus masih menyebar dan terus bereplikasi dan bermutasi," ungkapnya.

"Oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk membatasi diri melakukan perjalanan luar negeri, terlebih jika hanya untuk senang-senang atau liburan," saran Dicky.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement