Hingga suatu hari, Aji Saka memerintahkan naga itu untuk bertapa di pantai selatan. Saat bertapa naga itu sesekali bangun, dan memakan hewan apa saja yang ada di sekitarnya.
Ratusan tahun ia bertapa, hingga akhirnya tubuhnya semakin membesar dan memanjang. Sangking besarnya badan naga itu ada di Jember, kepalanhya di Banyuwangi dan ekornya memanjang hingga ke Jawa Tengah.
Namun lama kelamaan tubuh naga itu dipenuhi lumut, hingga warnanya menyerupai kayu. Sampai suatu hari ada warga yang sedang mencari kayu bakar, ia pun menemukan tumpukkan kayu yang besar.
Akhirnya warga itu memotongnya. Namun anehnya saat dipotong keluar cairan seperti darah, tanpa diketahui cairan itu benar darah milik naga yang sedang bertapa tetsebut.
Namun beruntungnya warga tersebut tidak terkena amuk sang naga. Hingga kini benda panjang menyerupai ular itu masih ada. Sekarang jadi salah satu spot menarik bagi wisatawan di Pantai Watu Ulo.
(Salman Mardira)